Selasa, 03 Februari 2015

Play hard work smart !



WORKING HARD VS WORKING SMART !
 


Lihat gambar disamping. Apakah anda sudah dapat menjelaskan kepada saya apa itu kerja keras dan apa itu kerja cerdas?. Dua gambar di samping ini adalah ilustrasi bagaimana burung itu berusaha untuk mendapatkan air dalam bejana untuk ia minum. Burung Gagak (katakanlah jenis burung ini adalah  Gagak) melakukan usaha  dengan meletakkan  batu-batu kecil  dengan paruhnya ke dalam bejana dengan harapan lama kelamaan batu-batu yang ditumpuk itu membuat air yang berada di seperempat bawah bejana akan terangkat keatas dan terjangkau oleh paruhnya untuk kemudian diminum. Lama kah pekerjaan ini? Dan berapa banyak batu yang harus dikumpulkan agar air ke atas?. Kerja kayak begini pasti lama, apalagi mengumpulkan batu-batunya yang belum tentu ada disekitar situ. Capek dehh!. Bandingkan jika burung Gagak tersebut melakukan usaha seperti gambar di sebelah kanannya. Ia menggunakan alat sedotan (pipet) yang panjang untuk menjangkau air untuk dapat meminumnya. Cerdas bukan!. Dengan menggunakan alat yang tepat dan usaha yang minimal tidak perlu bersusah payah, maka dengan waktu yang singkat burung tersebut dapat merasakan nikmatnya air dan mengobati kehausannya. Jadi apa itu kerja keras dan apa itu kerja cerdas? Sudah tahu ‘kan sekarang.

 
Per definis kerja keras adalah bekerja dengan waktu yang cukup lama dan menggunakan energi sebesar mungkin.  Untuk dapat mendapatkan energi yang besar berarti kita harus fokus dan fokus memang membutuhkan energi yang besar. Sedangkan definis kerja cerdas adalah bagaimana kita bekerja se-efesien mungkin dengan hasil yang lebih besar untuk usaha yang sama. Atau hasil yang sama dengan usaha yang lebih sedikit. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menggunakan leverage atau alat ungkit.  Seperti ilustrasi diatas burung Gagak menggunakan sedotan (sebagai alat bantunya) bukan dengan meletakkan batu-batu kecil untuk mendapatkan air dalam bejana. 

 Sekarang ini banyak para motivator mengatakan ‘Kerja cerdas lebih baik daripada kerja keras’ atau ‘tak perlu kerja keras lebih penting kerja cerdas’. Apakah betul demikian? Sebagian orang berpendapat betul adanya tetapi ada juga yang berpendapat tidak sepenuhnya benar. Terus terang jaman sekarang banyak teman-teman di luar sana sudah mengerti betul apa itu kerja keras dan apa itu kerja cerdas. Mereka melakukan hanya kerja cerdas saja karena memang diminati dan hasilnya luar biasa cepat. Instant. Tetapi kerja cerdas ditenggarai hampir sama dengan atau beti (beda-beda tipis) dengan licik. Kenapa? Karena saking ingin kerja cerdasnya dia menggunakan faktor pengungkitnya adalah temannya sendiri dan tanpa sadar temannya telah dimanfaatkan untuk dapat bekerja untuknya. Ini adalah cerdasnya! Tapi  itu ngak apa-apa apabila teman kita tidak menyadarinya he, he, he.. Toh, dalam ilmu Management bukankah ada ajaran yang menyatakan bahwa sebagai Leader yang baik adalah dapat me-leverage pekerjaan kepada orang yang cocok dan mempunyai kompetensi yang sesuai.  Kebetulan saja orang itu teman kita. Apakah kerja cerdas saja cukup? Menurut hemat saya secara pribadi kerja keras adalah lebih mulia ketimbang kerja cerdas, kenapa? Karena biasanya orang bekerja keras itu orang yang pantang menyerah dengan mengorbankan tenaga dan waktunya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Memang hasilnya tidak bisa instant tetapi umumnya akan bertahan lama dan dihargai orang karena usahanya. Adapun kerja cerdas menurut saya dapat dipelajari dengan mudah jika anda mempunyai ilmunya. Apa itu ilmunya? Ilmunya adalah banyak bertanya kepada orang yang ahli dan sudah berpengalaman (subject matter expert) dan gunakan prinsip SMART dalam menentukan target kerja.  SMART adalah Specific (harus spesipik targetnya), Measurable (dapat diukur), Action (harus bertindak jangan NATO – no action talk only), Realistic (harus realistic dengan sumber daya yan ada) dan Time (tetapkah waktunya dengan jelas kapan).  Selanjutnya adalah gunakan alat-alat dalam bekerja, apa itu? alat untuk bekerja cerdas sebagai Marketing adalah alat sales monitoring dan alat ukur lainnya yaitu PTP dan pipeline. Pastikan juga anda paham memakainya.


Suatu ketika teman baik saya yang tinggal di Paris dan sudah tinggal empat tahun di sana datang kembali ke Indonesia dan minggu lalu saya bertandang ke rumahnya dan mendengarkan cerita-cerita teman saya saat di Paris itu, mulai dari tempat tinggalnya, tempat rekreasinya, kendaraannya, alamnya, udaranya, orang-orang pekerjanya, gedung tempat kerjanya, menara Eifelnya, makanan dan minumannya, kesukaan orang Perancis bahkan french kiss-nya, dan ajaibnya hanya dalam dua jam saya tahu segalanya tentang Paris dari teman saya yang sudah empat tahun tinggal disana itu.  Jadi saya tidak perlu repot-repot ke Paris untuk tahu tentang Paris cukup bertanya saja kepada orang yang sudah tinggal di sana. Itu termasuk kerja cerdas bukan!. Mengerti ‘kan maksud saya? Kalau belum, artinya anda belum cerdas he, he, he.. bercanda kok!.
 
 
Happy Selling

 

GENERATION Y!



DINOSAURUS VS BUAYA !

Beberapa minggu  terakhir ini saya tertarik dengan perbincangan mengenai Generasi Y (Y Generation). Yaitu Generasi yang lahir mulai tahun 1982  s.d. 2000.  Mereka adalah keturunan dari Generasi X  (Gen X) dan Generasi baby boomers. Generasi X atau disebut juga baby bust yaitu mereka yang lahir tahun 1964 s.d. 1982. Sementara generasi baby boomers adalah mereka yang lahir antara tahun 1946 s.d. 1964. Istilah generasi baby boomers merujuk pada angka kelahiran yang tinggi akibat selesainya perang dunia kedua. Setelah itu tingkat kelahiran turun dan muncul-lah generasi X dimana mereka mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari generasi baby boomer sebelumnya. Gen X dan Generasi Y adalah generasi yang melek internet dan menganggap internet adalah sebagai media yang tidak perlu ahli untuk menggunakannya. Ciri-ciri generasi X (berumur antara 34 hingga 46 tahun) dan generasi Y (berumur antara 13 hingga 33 tahun) adalah mereka menginginkan kebebasan membuat pilihan dan bersuara, menghargai keterbukaan, ketulusan dan integirty. Menjaga hubungan baik satu sama lain, sangat interaktif dan menginginkan segala sesuatu dengan cepat. Generai X dan Y disebut juga generasi Millenium. Mereka pemakai media sosial yang fanatik dan dalam kehidupannya sangat terpengaruh dengan perkembangan teknologi. Mereka lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonominya sehingga mereka sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan yang terjadi disekelilingnya. Dalam dunia pekerjaan generasi Y itu lebih banyak harapannya kepada perusahaan, mereka menginginkan perusahaan yang mempunyai tujuan yang jelas, apabila mereka berhasil dengan baik mereka menginginkan adanya umpan balik saat itu juga. Para atasannya dituntut mampu memberikan pekerjaan yang jelas kepada generasi Y ini, harus memberikan kesempatan penghargaan apabila mereka mampu melakukan suatu tindakan yang beresiko tinggi atau  berhasil melakukan inovasi. Kalau tidak, mereka akan meninggalkan perusahaan dengan seenaknya dan mencari pekerjaan lain yang sesuai kehendaknya. Memang harus punya perhatian yang khusus jika anda punya tim sebagai Y Generation.
Kenapa demikian kita harus perhatikan generasi-generasi penerus kita? Dan kenapa kita harus mengikuti perkembangan teknologi dan melek terhadap mereka? Padahal kita mengikuti perkembangan saja, kita masih ketinggalan teknologi apalagi kalau tidak mengikuti! Wah, jadi Dinosaurus kita.. Kenapa seperti Dinosarus? Ceritanya begini..
 Dinosaurus! Ya kita pasti tahu apa itu binatang Dinosaurus yaitu binatang yang hidup ratusan juta tahun lalu penguasa dunia pemakan segala rupa pemenang pada jamannya. Tiada tandingnya. Tetapi tahukah anda mengapa Dinosaurus sebagai penguasa mahluk di dunia itu bisa punah? Jawaban yang umumnya kita dengar adalah karena jatuhnya meteor dan asteroid atau benda langit yang jatuh ke atmosfir bumi yang sangat besar sehingga terjadi ledakan yang sungguh dahsyat seperti bom atom yang memusnahkan semua binatang dan mahluk hidup termasuk Dinosaurus di dalamnya. Teori lain menyebutkan Dinosaurus punah karena akibat aktivitas gunung berapi atau vulkanik yaitu menyemburnya udara sangat panas sehingga memusnahkan mereka.  Yang mana teori yang betul dari kedua teori tersebut belum bisa dibuktikan dengan  jelas. Tetapi tahukah sesungguhnya Dinosaurus punah? Ini jawaban yang banyak diyakini oleh tidak sedikit orang, yaitu mereka punah karena TIDAK BISA BERADAPTASI dengan perubahan tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan. Dan apa bedanya dengan Buaya?  kan mereka juga binatang primitif tetapi mengapa Crocodile  bisa bertahan hidup dan berevolusi sampai sekarang? Karena Crocodile rupanya binatang yang selalu dan bisa beradaptasi dengan perubahan alamnya.  Pertanyaannya apakah kita mau menjadi Dinosaurus atau menjadi Buaya? Tapi bukan buaya darat yah! Buaya memang selalu di gambarkan dengan buas, liar dan pemangsa. Tapi disisi lain ada sisi baik yang kita pelajari darinya yaitu Crocodile mereka tidak punah karena bisa BERADAPTASI. Titik.

 
Happy Selling

Jumat, 23 Januari 2015

Think out of the box !


THINK OUTSIDE THE BOX !
 

Dalam suatu kesempatan training yang saya ikuti peserta diperintahkan oleh pelatih untuk menghubungkan 9 titik berbentuk kotak pada kertas gambar yang ditempelkan di papan tulis. Perintahnya adalah menghubungkan kesemua titik-titik tersebut dimana masing-masing titik harus dilalui oleh tarikan empat garis lurus yang tidak terputus. Bisakah? Jika kita hubungkan ke sembilan titik tersebut tanpa keluar dari kotak maka tidak akan bisa dihubungkan oleh empat garis yang tidak terputus. Tetapi jika garis yang kita tarik itu melewati atau keluar dari pola kotak yang ada maka dengan mudah kita dapat menghubungkan dengan empat garis lurus yang tidak terputus seperti gambar disamping. Bagaimana kalau dengan tiga garis yang tidak terputus?. Tetap bisa asalkan garis keluar dari kotak. Anda bisa mencobanya. Saya jamin pasti bisa.  Nah, yang lebih ekstrem adalah bagaimana jika dengan tarikan satu garis saja tetapi semua ke-9 titik tersebut dapat berhubungan?. Perlu pikiran kreatif untuk bisa memecahkan game ini. Dan hebatnya, salah satu peserta training dapat memecahkan pertanyaan sulit ini.  Peserta ini berpikir sangat kreatif sekali bahkan memberikan inovasi diluar batas pemikiran yang biasa. Kok bisa, bagaimana Caranya? caranya adalah melipat-lipat kertas gambar tersebut sehingga ke-9 titik itu menjadi rapat dan membentuk satu garis kemudian tinggal tarik garis  lurus saja. Kreatif dan inovatif bukan!.

 Dalam kehidupan dan pekerjaan kadang kita terkungkung dalam perangkap cara pemikiran yang biasa-biasa saja untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Permasalahan selalu ada dan bisa banyak, bahkan kadang datang tidak tepat waktu dan datang kepada siapa saja kepada mahluk yang masih hidup di dunia ini.  Datangnya pun bisa bersamaan. Orang Inggris bilang Problems is never coming single (masalah datang tidak pernah sendirian) artinya masalah datang bersama teman-temannya. Masalah keluarga; pacar, suami, istri, anak dan saudara bisa bersamaan datangnya dengan masalah di kantor, di pertemanan, di organisasi bahkan masalah dengan dirinya sendiri. Contohnya: seorang Marketing yang tengah dilanda kedukaan karena putus sama pacarnya di lain pihak ada masalah target penjualan yang belum tercapai di bulan ini kemudian ada masalah sama temannya karena selisih pendapat belum lagi masalah motornya yang keserempet mobil tadi pagi plus masalah sakitnya gigi yang berlubang kumat. Ooh, nasib nasih kalau sudah begini.  Lantas bagaimana? Ya hadapi saja karena semua masalah pasti melanda ke semua orang tinggal bagaimana cara memecahkannya. Cara yang sering digunakan adalah menggunakan skala prioritas yaitu yang mana yang mudah dan dapat cepat dilakukan dan mempunyai dampak yang minimal. Selanjutnya melakukan prioritas prioritas berikutnya. Yang penting jangan lari dari masalah.

 Kembali kepada lingkungan pekerjaan kantor jika menghadapi permasalahan yang rumit dipekerjaan anda atau di unit kerja anda dimana sepertinya masalah itu tidak dapat diselesaikan cobalah berpikir think outside the box (berpikir ke luar kotak) yang ada. Gunakan kreatifitas anda. Caranya cari informasi sebanyak banyaknya sebagai referensi.  Dan yang lebih penting adalah bertanya kepada orang yang tepat yang sudah berpengalaman kemudian mulai gunakan otak kanan anda yaitu otak yang bekerja untuk berkreasi dan berfantasi. Cari ide-ide kreatif.   Kalau perlu nyontek, karena ilmu yang paling mudah dan halal di dunia ini adalah nyontek dari orang lain. Ada singkatan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) artinya tidak sekedar nyontek tetapi jika sudah nyontek kembangkan dan lakukan modifikasi sehingga menimbulkan inovasi. Jangan takut!  inovasi-inovasi itu tidak harus datang  dari yang baru. Sekian.

   Happy Selling

New Resolution 2015


NEW YEAR, NEW HOPE, NEW SPIRIT AND NEW RESOLUTION !

Angka-angka menunjukkan di tahun 2014 adalah sebagai berikut: Inflasi 8,36%. Pertumbuhan 5,1%. Defisit neraca perdagangan 270 juta dollar AS. Harga minyak dunia (brent) turun menjadi Usd.50 hampir 50% dari harga sebelumnya yang Usd.100.  Harga emas 1.208,50 dollar per troy ounce. IHSG dikisaran 5.121,83 (naik turun tapi trendnya positif).  Kurs rupiah melemah hingga Rp.12.400 per dollarnya akibat ekonomi AS yang membaik. SBI dinaikkan oleh BI menjadi 7,75% dari sebelumnya 7,5% karena untuk meredam inflasi.  Bunga kredit dan simpanan naik akibat SBI dinaikkan dan disisi lain naiknya bunga kredit menyumbang NPL naik di industri perbankan. Harga Obligasi turun akibat inflasi begitu juga harga saham. Dan seterusnya dan seterusnya...

Teman, untuk memulai sesuatu resolusi biasanya manusia senang menandakan dengan patokan atau baseline atau dasar atau garis startnya.  Karena hal ini menjadi pembanding seberapa jauh nanti kita telah meraih tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Bagi sebagian orang lain resolusi tidak penting dilakukan.  Karena toh hidup mengalir saja bagai air mencari tempat terendah hingga ia mengendap dalam satu wadah. Dia serahkan semuanya pada Tuhan pencipta. Sikap seperti ini bisa dimengeri jika ia mungkin sudah kaya! Tetapi sebagai informasi buat anda, orang kaya-pun selalu ingin menambah kekayaannya. Dan selalu membuat resolusi. Terserah sih anda mau bersikap seperti apa.

Bagi management modern Perencanaan (Planning)  adalah penting untuk memperbaiki dan mendeteksi  strategi yang sudah berjalan dan yang akan datang dengan membaca data-data dan angka ekonomi.  Perencanaan disusun menurut target yang akan dicapai. Apakah perencanaan  bisa berubah? Tentu jawabannya adalah bisa jika ada perubahan kondisi market dan dunia. Apakah perencanaan yang berhasil selalu ditandai angka 100%?.  Tidak ada angka absolute perencanaan jika berhasil dihitung 100%. Di tempat lain Perencanaan akan dikatakan berhasil jika telah mencapai angka 200%, 300% bahkan 1000% melebihi targetnya.

Bagi kita, tahun baru ini apakah kita sudah mempunyai rencana kerja untuk tahun 2015? Apakah sudah mempunyai resolusi?.  Untuk menjawabnya pertama saya anjurkan anda membaca dan mengecek angka-angka anda.  Sebagai seorang Marketing angka anda adalah PTP yang sudah dihasilkan selama tahun 2014 lalu. Berapa pencapaiannya? Berapa KPI nya dan berapa capaian di cabangnya? Kemudian bandingkan angka-angka tahun sebelumnya.  Lihat angka yang sudah didapat (bisa kurang, pas atau lebih), analisa kejadian dan rencana sebelumnya apakah sudah sesuai?.  Jika tidak sesuai rencana artinya anda susun rencana yang baru (New Planning).  Kedua setelah rencana (planning) disusun buatlah resolusi baru buat diri anda. Resolusi adalah keteguhan hati (tekad) untuk menjalankan Planning dengan sungguh-sungguh.  Sesungguhnya resolusi bisa kokoh dan kuat karena anda sendiri.  Happy New Year 2015!.

 Happy Selling

Kamis, 22 Januari 2015

Mirror oh Mirror !


 

MIRROR OH MIRROR !
 
Pernah dengar cerita ini?

Suatu hari di pagi hari, ditengah sarapan, seorang istri melalui jendela kaca melihat tetangganya sedang menjemur pakaian. “Cucian tetangga kita kelihatan ngak bersih ya Pah..”, kata sang istri, “Sepertinya tetangga kita itu ngak tahu cara mencuci yang bener, mungkin dia perlu sabun yang lebih mahal tuuh!”. Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun. Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya. Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, si istri lalu berseru kepada suaminya, “Pak, liat deh, sepertinya dia sudah mau belajar nyuci tuh..bagus dehh!”. Sang suami berkata , “Aku bangun pagi-pagi sekali hari ini untuk MEMBERSIHKAN JENDELA KITA yang sudah kotor dan buram, pakaian mereka nampak kurang bersih karena kita melihatnya dari jendela yang sudah lama tidak dibersihkan ini..”.

Cerita diatas menginspirasi saya untuk menulis dengan judul diatas. Cermin atau kaca gunanya adalah untuk melihat gambar yang dipantulkannya. Setiap hari dan bisa lebih dari tiga kali kita menggunakan cermin untuk melihat wajah kita, bentuk badan, rambut dan lain sebagainya. Apalagi untuk pekerja seperti kita tentunya penampilan adalah yang utama dan untuk melihat penampilan rapi atau acak-cakan di diri kita dan tampak diri kita tentunya kita gunakan cermin. Cermin selalu mengatakan apa adanya dan tidak pernah bohong. Kecuali dalam film “Mirror Mirror” dimana Julia Roberts berperan sebagai The Evil Queen yang mempunyai cermin yang selalu berbohong mengatakan bahwa the evil queen cantik dan bahkan melebihi cantiknya Snow White (Lily Collins). Padahal the evil queen berwajah jelek. Hingga suatu saat the evil queen tahu kalau ternyata dirinya tidak cantik bahkan wajahnya menyeramkan akhirnya cermin itu pun dibelah dan dipecahkan!.

Sering kali dulu saat saya masih kuliah ada dosen saya yang ‘orang sumatera’ sebelum menerangkan materi kuliahnya pembukaannya biasanya diawali dengan kata-kata atau peribahasa. Contohnya seperti ini “Buruk rupa cermin dibelah” dan “ Awak tak pandai berdansa lantai bergoyang disalahkan”. Apakah artinya itu? Iya betul, maknanya adalah sebetulnya kelemahan dan keburukan yang didiri kita tetapi pihak lain yang kita salahkan. Ini sering terjadi pada kita karena pada prinsipnya manusia selalu ingin betul selalu ingin menang dan selalu ingin membuktikan dirinya lebih baik daripada yang lain. Tetapi ada anggapan juga bahwa sikap seperti itu merupakan bentuk pertahanan seseorang untuk mengungkapkan kelemahannya. Mana yang betul? Susah juga yah kalau sudah begini. Yang jelas instrospeksi ke dalam diri sendiri adalah yang betul. Kita sudah baik dan ingin menjadi lebih baik jika kita tidak merasa lebih baik daripada orang lain tentu lebih baik sikap ini dijalankan. Karena kalau sudah merasa lebih baik..nah mulai disitulah sebetulnya kita jadi tidak baik. Kenapa? Ya karena merasa sudah baik ngapain juga dengar kritikan atau masukan dari orang lain. Dan ini menjadi bahaya bagi diri kita karena akan menjadi maunya menang sendiri!.

Seperti dalam tulisan saya terdahulu tentang resolusi atau tekad dalam hati untuk merubah menjadi lebih baik dari sebelumnya sehingga rencana yang kita susun dan target yang telah ditetapkan tercapai yaitu salah satunya adalah memperbaiki diri sendiri. Lihat kekuatan dan kelemahan dan jadikan kelemahan adalah kekuatan kita. Lantas gimana caranya ya? Jawabannya adalah harus latihan. Latihan yang bagaimana? Dulu Bos saya memberikan tips untuk menjadi lebih baik adalah mengaca pada cermin dan katakan yang baik yang dimaui. Berkata pada cermin dan bilang “Saya hari ini lebih kuat, lebih rajin dan lebih baik” lakukan setiap anda mengaca pada cermin. Buat kalimat-kalimat jimat bagi anda. Kalau yang mau kurus bilang pada cermin sambil ngaca “Saya lebih langsing dari kemarin” lakukan hal itu setiap kali ngaca dan hasilnya anda akan menjaga makan anda dan sering berolah raga. Kalau mau capai target bilang pada cermin setiap kali anda ngaca dan bilang “Saya mau target saya tercapai” dan hasilnya anda akan fokus pada pencapaian anda. Ngak percaya? Coba lakukan...


Happy Selling