Jumat, 23 Januari 2015

Think out of the box !


THINK OUTSIDE THE BOX !
 

Dalam suatu kesempatan training yang saya ikuti peserta diperintahkan oleh pelatih untuk menghubungkan 9 titik berbentuk kotak pada kertas gambar yang ditempelkan di papan tulis. Perintahnya adalah menghubungkan kesemua titik-titik tersebut dimana masing-masing titik harus dilalui oleh tarikan empat garis lurus yang tidak terputus. Bisakah? Jika kita hubungkan ke sembilan titik tersebut tanpa keluar dari kotak maka tidak akan bisa dihubungkan oleh empat garis yang tidak terputus. Tetapi jika garis yang kita tarik itu melewati atau keluar dari pola kotak yang ada maka dengan mudah kita dapat menghubungkan dengan empat garis lurus yang tidak terputus seperti gambar disamping. Bagaimana kalau dengan tiga garis yang tidak terputus?. Tetap bisa asalkan garis keluar dari kotak. Anda bisa mencobanya. Saya jamin pasti bisa.  Nah, yang lebih ekstrem adalah bagaimana jika dengan tarikan satu garis saja tetapi semua ke-9 titik tersebut dapat berhubungan?. Perlu pikiran kreatif untuk bisa memecahkan game ini. Dan hebatnya, salah satu peserta training dapat memecahkan pertanyaan sulit ini.  Peserta ini berpikir sangat kreatif sekali bahkan memberikan inovasi diluar batas pemikiran yang biasa. Kok bisa, bagaimana Caranya? caranya adalah melipat-lipat kertas gambar tersebut sehingga ke-9 titik itu menjadi rapat dan membentuk satu garis kemudian tinggal tarik garis  lurus saja. Kreatif dan inovatif bukan!.

 Dalam kehidupan dan pekerjaan kadang kita terkungkung dalam perangkap cara pemikiran yang biasa-biasa saja untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Permasalahan selalu ada dan bisa banyak, bahkan kadang datang tidak tepat waktu dan datang kepada siapa saja kepada mahluk yang masih hidup di dunia ini.  Datangnya pun bisa bersamaan. Orang Inggris bilang Problems is never coming single (masalah datang tidak pernah sendirian) artinya masalah datang bersama teman-temannya. Masalah keluarga; pacar, suami, istri, anak dan saudara bisa bersamaan datangnya dengan masalah di kantor, di pertemanan, di organisasi bahkan masalah dengan dirinya sendiri. Contohnya: seorang Marketing yang tengah dilanda kedukaan karena putus sama pacarnya di lain pihak ada masalah target penjualan yang belum tercapai di bulan ini kemudian ada masalah sama temannya karena selisih pendapat belum lagi masalah motornya yang keserempet mobil tadi pagi plus masalah sakitnya gigi yang berlubang kumat. Ooh, nasib nasih kalau sudah begini.  Lantas bagaimana? Ya hadapi saja karena semua masalah pasti melanda ke semua orang tinggal bagaimana cara memecahkannya. Cara yang sering digunakan adalah menggunakan skala prioritas yaitu yang mana yang mudah dan dapat cepat dilakukan dan mempunyai dampak yang minimal. Selanjutnya melakukan prioritas prioritas berikutnya. Yang penting jangan lari dari masalah.

 Kembali kepada lingkungan pekerjaan kantor jika menghadapi permasalahan yang rumit dipekerjaan anda atau di unit kerja anda dimana sepertinya masalah itu tidak dapat diselesaikan cobalah berpikir think outside the box (berpikir ke luar kotak) yang ada. Gunakan kreatifitas anda. Caranya cari informasi sebanyak banyaknya sebagai referensi.  Dan yang lebih penting adalah bertanya kepada orang yang tepat yang sudah berpengalaman kemudian mulai gunakan otak kanan anda yaitu otak yang bekerja untuk berkreasi dan berfantasi. Cari ide-ide kreatif.   Kalau perlu nyontek, karena ilmu yang paling mudah dan halal di dunia ini adalah nyontek dari orang lain. Ada singkatan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) artinya tidak sekedar nyontek tetapi jika sudah nyontek kembangkan dan lakukan modifikasi sehingga menimbulkan inovasi. Jangan takut!  inovasi-inovasi itu tidak harus datang  dari yang baru. Sekian.

   Happy Selling

New Resolution 2015


NEW YEAR, NEW HOPE, NEW SPIRIT AND NEW RESOLUTION !

Angka-angka menunjukkan di tahun 2014 adalah sebagai berikut: Inflasi 8,36%. Pertumbuhan 5,1%. Defisit neraca perdagangan 270 juta dollar AS. Harga minyak dunia (brent) turun menjadi Usd.50 hampir 50% dari harga sebelumnya yang Usd.100.  Harga emas 1.208,50 dollar per troy ounce. IHSG dikisaran 5.121,83 (naik turun tapi trendnya positif).  Kurs rupiah melemah hingga Rp.12.400 per dollarnya akibat ekonomi AS yang membaik. SBI dinaikkan oleh BI menjadi 7,75% dari sebelumnya 7,5% karena untuk meredam inflasi.  Bunga kredit dan simpanan naik akibat SBI dinaikkan dan disisi lain naiknya bunga kredit menyumbang NPL naik di industri perbankan. Harga Obligasi turun akibat inflasi begitu juga harga saham. Dan seterusnya dan seterusnya...

Teman, untuk memulai sesuatu resolusi biasanya manusia senang menandakan dengan patokan atau baseline atau dasar atau garis startnya.  Karena hal ini menjadi pembanding seberapa jauh nanti kita telah meraih tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Bagi sebagian orang lain resolusi tidak penting dilakukan.  Karena toh hidup mengalir saja bagai air mencari tempat terendah hingga ia mengendap dalam satu wadah. Dia serahkan semuanya pada Tuhan pencipta. Sikap seperti ini bisa dimengeri jika ia mungkin sudah kaya! Tetapi sebagai informasi buat anda, orang kaya-pun selalu ingin menambah kekayaannya. Dan selalu membuat resolusi. Terserah sih anda mau bersikap seperti apa.

Bagi management modern Perencanaan (Planning)  adalah penting untuk memperbaiki dan mendeteksi  strategi yang sudah berjalan dan yang akan datang dengan membaca data-data dan angka ekonomi.  Perencanaan disusun menurut target yang akan dicapai. Apakah perencanaan  bisa berubah? Tentu jawabannya adalah bisa jika ada perubahan kondisi market dan dunia. Apakah perencanaan yang berhasil selalu ditandai angka 100%?.  Tidak ada angka absolute perencanaan jika berhasil dihitung 100%. Di tempat lain Perencanaan akan dikatakan berhasil jika telah mencapai angka 200%, 300% bahkan 1000% melebihi targetnya.

Bagi kita, tahun baru ini apakah kita sudah mempunyai rencana kerja untuk tahun 2015? Apakah sudah mempunyai resolusi?.  Untuk menjawabnya pertama saya anjurkan anda membaca dan mengecek angka-angka anda.  Sebagai seorang Marketing angka anda adalah PTP yang sudah dihasilkan selama tahun 2014 lalu. Berapa pencapaiannya? Berapa KPI nya dan berapa capaian di cabangnya? Kemudian bandingkan angka-angka tahun sebelumnya.  Lihat angka yang sudah didapat (bisa kurang, pas atau lebih), analisa kejadian dan rencana sebelumnya apakah sudah sesuai?.  Jika tidak sesuai rencana artinya anda susun rencana yang baru (New Planning).  Kedua setelah rencana (planning) disusun buatlah resolusi baru buat diri anda. Resolusi adalah keteguhan hati (tekad) untuk menjalankan Planning dengan sungguh-sungguh.  Sesungguhnya resolusi bisa kokoh dan kuat karena anda sendiri.  Happy New Year 2015!.

 Happy Selling

Kamis, 22 Januari 2015

Mirror oh Mirror !


 

MIRROR OH MIRROR !
 
Pernah dengar cerita ini?

Suatu hari di pagi hari, ditengah sarapan, seorang istri melalui jendela kaca melihat tetangganya sedang menjemur pakaian. “Cucian tetangga kita kelihatan ngak bersih ya Pah..”, kata sang istri, “Sepertinya tetangga kita itu ngak tahu cara mencuci yang bener, mungkin dia perlu sabun yang lebih mahal tuuh!”. Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun. Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya. Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, si istri lalu berseru kepada suaminya, “Pak, liat deh, sepertinya dia sudah mau belajar nyuci tuh..bagus dehh!”. Sang suami berkata , “Aku bangun pagi-pagi sekali hari ini untuk MEMBERSIHKAN JENDELA KITA yang sudah kotor dan buram, pakaian mereka nampak kurang bersih karena kita melihatnya dari jendela yang sudah lama tidak dibersihkan ini..”.

Cerita diatas menginspirasi saya untuk menulis dengan judul diatas. Cermin atau kaca gunanya adalah untuk melihat gambar yang dipantulkannya. Setiap hari dan bisa lebih dari tiga kali kita menggunakan cermin untuk melihat wajah kita, bentuk badan, rambut dan lain sebagainya. Apalagi untuk pekerja seperti kita tentunya penampilan adalah yang utama dan untuk melihat penampilan rapi atau acak-cakan di diri kita dan tampak diri kita tentunya kita gunakan cermin. Cermin selalu mengatakan apa adanya dan tidak pernah bohong. Kecuali dalam film “Mirror Mirror” dimana Julia Roberts berperan sebagai The Evil Queen yang mempunyai cermin yang selalu berbohong mengatakan bahwa the evil queen cantik dan bahkan melebihi cantiknya Snow White (Lily Collins). Padahal the evil queen berwajah jelek. Hingga suatu saat the evil queen tahu kalau ternyata dirinya tidak cantik bahkan wajahnya menyeramkan akhirnya cermin itu pun dibelah dan dipecahkan!.

Sering kali dulu saat saya masih kuliah ada dosen saya yang ‘orang sumatera’ sebelum menerangkan materi kuliahnya pembukaannya biasanya diawali dengan kata-kata atau peribahasa. Contohnya seperti ini “Buruk rupa cermin dibelah” dan “ Awak tak pandai berdansa lantai bergoyang disalahkan”. Apakah artinya itu? Iya betul, maknanya adalah sebetulnya kelemahan dan keburukan yang didiri kita tetapi pihak lain yang kita salahkan. Ini sering terjadi pada kita karena pada prinsipnya manusia selalu ingin betul selalu ingin menang dan selalu ingin membuktikan dirinya lebih baik daripada yang lain. Tetapi ada anggapan juga bahwa sikap seperti itu merupakan bentuk pertahanan seseorang untuk mengungkapkan kelemahannya. Mana yang betul? Susah juga yah kalau sudah begini. Yang jelas instrospeksi ke dalam diri sendiri adalah yang betul. Kita sudah baik dan ingin menjadi lebih baik jika kita tidak merasa lebih baik daripada orang lain tentu lebih baik sikap ini dijalankan. Karena kalau sudah merasa lebih baik..nah mulai disitulah sebetulnya kita jadi tidak baik. Kenapa? Ya karena merasa sudah baik ngapain juga dengar kritikan atau masukan dari orang lain. Dan ini menjadi bahaya bagi diri kita karena akan menjadi maunya menang sendiri!.

Seperti dalam tulisan saya terdahulu tentang resolusi atau tekad dalam hati untuk merubah menjadi lebih baik dari sebelumnya sehingga rencana yang kita susun dan target yang telah ditetapkan tercapai yaitu salah satunya adalah memperbaiki diri sendiri. Lihat kekuatan dan kelemahan dan jadikan kelemahan adalah kekuatan kita. Lantas gimana caranya ya? Jawabannya adalah harus latihan. Latihan yang bagaimana? Dulu Bos saya memberikan tips untuk menjadi lebih baik adalah mengaca pada cermin dan katakan yang baik yang dimaui. Berkata pada cermin dan bilang “Saya hari ini lebih kuat, lebih rajin dan lebih baik” lakukan setiap anda mengaca pada cermin. Buat kalimat-kalimat jimat bagi anda. Kalau yang mau kurus bilang pada cermin sambil ngaca “Saya lebih langsing dari kemarin” lakukan hal itu setiap kali ngaca dan hasilnya anda akan menjaga makan anda dan sering berolah raga. Kalau mau capai target bilang pada cermin setiap kali anda ngaca dan bilang “Saya mau target saya tercapai” dan hasilnya anda akan fokus pada pencapaian anda. Ngak percaya? Coba lakukan...


Happy Selling