WORKING HARD VS WORKING SMART !
Lihat
gambar disamping. Apakah anda sudah dapat menjelaskan kepada saya apa itu kerja
keras dan apa itu kerja cerdas?. Dua gambar di samping ini adalah ilustrasi
bagaimana burung itu berusaha untuk mendapatkan air dalam bejana untuk ia minum.
Burung Gagak (katakanlah jenis burung ini adalah Gagak) melakukan usaha dengan meletakkan batu-batu kecil dengan paruhnya ke dalam bejana dengan
harapan lama kelamaan batu-batu yang ditumpuk itu membuat air yang berada di
seperempat bawah bejana akan terangkat keatas dan terjangkau oleh paruhnya untuk
kemudian diminum. Lama kah pekerjaan ini? Dan berapa banyak batu yang harus
dikumpulkan agar air ke atas?. Kerja kayak begini pasti lama, apalagi mengumpulkan
batu-batunya yang belum tentu ada disekitar situ. Capek dehh!. Bandingkan jika
burung Gagak tersebut melakukan usaha seperti gambar di sebelah kanannya. Ia
menggunakan alat sedotan (pipet) yang panjang untuk menjangkau air untuk dapat
meminumnya. Cerdas bukan!. Dengan menggunakan alat yang tepat dan usaha yang
minimal tidak perlu bersusah payah, maka dengan waktu yang singkat burung tersebut
dapat merasakan nikmatnya air dan mengobati kehausannya. Jadi apa itu kerja
keras dan apa itu kerja cerdas? Sudah tahu ‘kan sekarang.
Per definis
kerja
keras adalah bekerja dengan waktu yang cukup lama dan menggunakan
energi sebesar mungkin. Untuk dapat
mendapatkan energi yang besar berarti kita harus fokus dan fokus memang
membutuhkan energi yang besar. Sedangkan definis kerja cerdas adalah
bagaimana kita bekerja se-efesien mungkin dengan hasil yang lebih besar untuk
usaha yang sama. Atau hasil yang sama dengan usaha yang lebih sedikit.
Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menggunakan leverage atau alat
ungkit. Seperti ilustrasi diatas burung
Gagak menggunakan sedotan (sebagai alat bantunya) bukan dengan meletakkan
batu-batu kecil untuk mendapatkan air dalam bejana.
Suatu
ketika teman baik saya yang tinggal di Paris dan sudah tinggal empat tahun di
sana datang kembali ke Indonesia dan minggu lalu saya bertandang ke rumahnya
dan mendengarkan cerita-cerita teman saya saat di Paris itu, mulai dari tempat
tinggalnya, tempat rekreasinya, kendaraannya, alamnya, udaranya, orang-orang
pekerjanya, gedung tempat kerjanya, menara Eifelnya, makanan dan minumannya,
kesukaan orang Perancis bahkan french
kiss-nya, dan ajaibnya hanya dalam dua jam saya tahu segalanya tentang
Paris dari teman saya yang sudah empat tahun tinggal disana itu. Jadi saya tidak perlu repot-repot ke Paris
untuk tahu tentang Paris cukup bertanya saja kepada orang yang sudah tinggal di
sana. Itu termasuk kerja cerdas bukan!. Mengerti ‘kan maksud saya? Kalau belum,
artinya anda belum cerdas he, he, he.. bercanda kok!.
Happy Selling
